Galaksi Tertua di Semesta Ditemukan

 

Astronom menemukan galaksi tertua di semesta. Galaksi itu berumur 13,7 miliar tahun dan terbentuk hanya 200 juta tahun setelah Big Bang, mengonfirmasi kemungkinan eksistensi galaksi segera setelah kelahiran semesta.

“Kami merasa seperti arkeolog dengan fosil pre-Neanderthal di tangan,” kata Wei Zhang, astronom dari John Hopkins University, pemimpin studi.

Galaksi ini ditemukan dengan bantuan Teleskop Antariksa Hubble dan Spitzer. Eksistensi galaksi dideteksi dengan teknik mikro gravitasi. Teknik ini juga digunakan untuk deteksi materi gelap ataupun bintang-bintang yang jauh dan redup.

Menurut astronom, galaksi tertua ini terbentuk pada periode yang disebut masa reionisasi, 150-800 juta tahun lalu. Pada masa ini, ultraviolet mengionisasi kabut atom hidrogen menjadi proton dan elektron yang membentuknya.

“Ini memberi kita petunjuk penting akan proses pembentukan bintang dan galaksi pada masa 300-500 juta tahun setelah Big Bang,” kata daniel Stark, astronom dari University of Arizona di Tucson.

Penemuan Zheng, kata Stark, memang hanya menunjukkan penemuan satu buah galaksi. Namun, penemuan ini bisa menjadi gambaran aktivitas semesta pada periode pembentukan galaksi yang dimaksud.

Zheng menuturkan, sebab radiasi pada masa reionisasi masih jadi misteri. Zheng meyakini, karena penemuannya dibuat hanya dengan mengobservasi “petakan” langit yang kecil, masih ada banyak galaksi lain yang terbentuk pada masa yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s