Mari Jaga dan Lestarikan Air Bersih

Air adalah sumber kehidupan. Yaah, benar. Coba bayangkan jika di dunia ini tidak ada air ? Tidak akan ada kehidupan di dunia ini. Air adalah kebutuhan yang sangat pokok bagi setiap makhluk hidup. Tidak ada suatu makhluk hidup pun yang hidup tanpa membutuhkan air. Begitu pula dengan kita sebagai manusia. Air digunakan makhluk hidup sebagai minuman, membersihkan badan, dan bahkan tempat/habitat hidup.

AIR DI BUMI

Tuhan sudah sangat baik pada kita karena telah menciptakan air. Bahkan Tuhan menciptakan 70% dari permukaan bumi adalah air. Ini artinya kita harus memanfaatkan dan mensyukurinya. Lalu seberapa banyak air yang ada di bumi? Lembaga Survei Geologis Amerika Serikat punya jawabannya.

Ada beberapa fakta menarik menyangkut air di bumi. Jika ada orang yang menuangkan seluruh air yang ada di dunia ke daratan Amerika Serikat dan mampu menampungnya, maka orang tersebut akan menciptakan sebuah danau dengan ke dalaman 90 mil.Total jumlah kandungan air di bumi hampir 326 juta kubik mil, menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat.

Sebanyak 72% permukaan bumi tertutup oleh air, tetapi 97% air tersebut asin dan tidak baik untuk diminum. Diantara 70% air minum tersebut berbentuk es, kurang dari 1% air minum yang ada di dunia siap dimanfaatkan secara langsung. Terdapat 6 negara (Brazil, Russia, Kanada, Indonesia, China dan Kolombia) yang memiliki 50% persediaan air minum dunia. Sementara sepertiga populasi dunia hidup di kawasan negara dengan tingkat persediaan air minum yang minim.Menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat, kandungan air minum tersimpan di dalam tanah lebih banyak daripada bentuk cair yang ada di permukaan.

AIR DALAM TUBUH MANUSIA DAN FUNGSINYA

Nah, bagaimana peran air bagi kehidupan manusia ini ?

Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Yaitu sekitar 55% – 78%. Hal ini tergantung pada kebutuhan, ukuran badan, kebiasaan dan bawaan dari keturunan masing-masing. Bahkan Organ paling vital dalam tubuh kita, yaitu otak terdiri dari sekitar 80% air. Hal ini cukup menjadi bukti bahwa air sangat berperan penting dalam tubuh manusia. Air adalah zat terpenting kedua setelah oksigen dalam tubuh manusia.

Berikut ini adalah peran-peran penting air dalam tubuh manusia :

– Faktor penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh. Membawa oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh bagian tubuh kita sehingga semua sel dan organ tubuh termasuk otak, ginjal, jantung, limpa, paru-paru dapat tetap hidup dan berfungsi dengan baik.

– Detoksifikasi. Membawa sisa-sisa pembakaran tubuh termasuk racun-racun ke alat sekresi sehingga metabolisme tubuh berjalan baik. Ini berarti semua zat yang ada di dalam air minum ikut ke dalam tubuh dan peredaran darah kita.

– Memelihara kesehatan Ginjal. Fungsi lainnya adalah sebagai pemelihara kesehatan ginjal. Anda mungkin sudah tahu fungsi ginjal adalah sebagai penyaring darah dan kotoran dari darahnya itu akan dibuang berupa urine. Nah, air berperan sebagai alat transportasi sisa limbah atau kotoran dalam tubuh yang nantinya akan dibuang dalam bentuk urine tersebut. Selain itu air juga dapat melarutkan atau mencegah terjadinya sedimentasi/pengendapan urine yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

– Membantu kinerja Otak. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak kita tidak mendapatkan asupan air yang cukup akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi, untuk itu kita harus mengkonsumsi air dengan baik supaya membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh kita baik, kemampuan kita dalam memecahkan masalah juga akan meningkat.

Selain itu, sel-sel otak merupakan sel permanen yaitu sel yang tidak mampu memperbaiki dirinya sendiri, jadi jika sel-sel dalam otak sudah terganggu atau rusak maka bisa berakibat fatal, oleh karena itu sel-sel ini sangat dilindungi. Terdapat selaput pelindung otak yang sebagian besar merupakan cairan atau membran, disinilah peran cairan dalam melindungi organ vital tersebut.

– Mengatur kerja Jantung. Kekurangan cairan akan menyebabkan penurunan volume darah sehingga jantung kita akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik yang ringan sekalipun seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan. Selain itu, jika kekurangan cairan terjadi maka akan menyebabkan gangguan pada jantung karena jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah, sehingga mempengaruhi kinerja dari jantung yang terus dipacu untuk dipaksa bekerja untuk memompa darah yang mengental karena kehilangan cairan yang kita pasok dalam tubuh kita.

– Membantu kerja Paru-paru. Organ tubuh kita yang berfungsi dalam pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru di dalam tubuh kita harus selalu basah dalam melakukan tugasnya, dikarenakan untuk memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompakan karbondioksida keluar dari tubuh. Paru-paru kita sangat membutuhkan air, Hal ini bisa kita buktikan dengan cara menghembuskan nafas ke kaca, dimana kita akan melihat uap air yang keluar lewat napas dan terlihat dalam bentuk embun yang menempel pada kaca. jadi dalam nafas kitapun peran air begitu penting.

– Melumasi Otot. Air yang cukup di dalam tubuh akan melindungi dan melumasi gerakan sendi dan otot. Orang-orang yang beraktivitas tinggi, seperti olahragawan misalnya, sangat rawan mengalami cedera pada tulang sendi dan juga otot-ototnya. Oleh karenanya, air sangat dibutuhkan bagi olahragawan atau mereka yang mempunyai aktivitas tinggi. Untuk itulah, mengonsumsi air selama beraktivitas berguna untuk meminimalisasi risiko kejang otot. Perlu kita ketahui, jika otot-otot tubuh kekurangan cairan, maka otot-otot tubuh akan mengempis, sehingga otot-otot tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik karena kekurangan cairan.

– Pengatur suhu tubuh. Tak bisa kita pungkiri, jika tubuh kita kekurangan air, maka suhu tubuh akan menjadi panas, begitu juga ketika berada di daerah yang panas, secara alami tubuh kita akan mengeluarkan keringat, maka dengan demikian tubuh kita akan membutuhkan air yang banyak untuk kembali menetralkan suhu tubuh kita, namun ketika kita berada di ruang ber-AC-pun kita dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air minum supaya tubuh kita tidak terjadi dehidrasi dan kekeringan pada kulit.

– Menyehatkan dan menghaluskan kulit. Ketika kita jarang minum, maka tubuh akan menyerap kandungan air dari kulit sehingga kulit akan terlihat kering, kusam, kasar, berkerut dan tidak segar. Untuk itu, air sangat penting untuk menjaga fungsi dan mengatur struktur kulit supaya tetap terjaga kelembaban, kelembutan dan elastisitas kulit.

– Memperlancar fungsi pencernaan. Minum air yang cukup bisa membantu fungsi sistem pencernaan bekerja efektif, karena membantu meringankan kerja organ-organ pencernaan, seperti usus besar yang berfungsi untuk memperlancar buang air besar, Sehingga jika mengalami gejala tidak nyaman seperti sembelit (susah buang air besar) maka sebaiknya kita jangan langsung mengonsumsi suplemen serat tinggi, tapi kita bisa mencoba untuk memenuhi asupan air yang cukup untuk tubuh terlebih dahulu untuk memperlancar gerakan usus untuk mengeluarkan fases dalam usus menjadi lancar.

Beberapa manfaat air di atas hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan manfaat air bagi tubuh manusia. Namun, saya rasa 10 poin di atas sudah cukup untuk kita memahami betapa pentingnya air untuk tubuh kita. Jika ingin yang lebih lengkap.. yaah silahkan cari dan tanya om google hehe🙂.

AIR BERSIH

Lalu, Air seperti apa yang kita butuhkan?
Air dengan Kehidupan adalah berbanding lurus. Kualitas air menentukan kualitas kehidupan. Semakin berkualitas air, maka semakin berkualitas juga kesehatan hidup kita. Oleh karena itu, Kita sangat membutuhkan air yang berkualitas. Dengan kata lain adalah air yang bersih dan layak untuk kita gunakan. Nah, berikut ini adalah kategori-kategori air bersih dan berkualitas :

1. Jernih, tidak berbau, tidak berasa &tidak berwarna.

2. Suhunya sebaiknya sejuk dan tidak panas, dibawah sela udara (sejuk -/+ 25 derajat celcius).

3. Bebas unsur-unsurkimia yang berbahaya seperti besi (Fe), seng (Zn), raksa (Hg) dan mangan (Mn).

4. Tidak mengandung unsur mikrobiologi yang membahayakan seperti coli tinja dan total coliforms.

Di Indonesia, peruntukan badan air/air sungai menurut kegunaannya ditetapkan oleh gubernur, Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 1990 mengelompokkan kualitas air menjadi beberapa golongan menurut peruntukannya. Adapaun penggolongan air menurut peruntukannya adalah sebagai berikut :

Golongan A : Air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Golongan B : Air yang dapat digunakan sebagai bahan baku air minum.

Golongan C : Air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.

Golongan D : Air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha di perkotaan, industri dan pembangkit listrik tenaga air.

SUMBER AIR BERSIH

Air bersih dapat kita dapatkan dari sumber-sumbernya yaitu :

Sungai

Rata-rata lebih dari 40.000 kilometer kubik air segar dan bersih diperoleh dari sungai-sungai besar di dunia. Ketersediaan ini sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang. Sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk, tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walaupun ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk di ekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.

Curah hujan

Dalam pemanfaatan hujan sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah biasanya membangun bendungan dan tandon air untuk menyimpan air bersih di saat bulan-bulan musim kering. Selain itu, tandon air ini juga berfungsi sebagai pencegah banjir saat musim hujan.

Air Tanah

Sebenarnya, air tanah adalah bentuk lain dari air hujan. Namun, komposisi air tanah sudah berbeda dengan air hujan karena sudah bereaksi dengan zat kimia dalam tanah dan akar tumbuhan. Kadar asam dalam air tanah lebih rendah daripada air hujan. Air tanah meliputi air pegunungan, air sumur, dan mata air. Air tanah biasanya memiliki kualitas yang tinggi sehingga biasanya dijadikan sebagai air untuk minum.

KELANGKAAN AIR BERSIH

Dari keempat golongan yang telah disebutkan tadi, air yang sangat berkualitas adalah air dalam golongan A. Namun, Saat ini air yang termasuk dalam golongan A sudah sangat langka. Air dalam golongan ini biasanya dapat ditemukan di daerah pegunungan yang hutan-hutannya masih terjaga dengan baik. Air yang dapat langsung diminum tanpa diolah terlebih dahulu adalah air yang langsung dari mata airnya. Air semacam ini semakin langka saja ketika kita melihat kenyataan bahwa hutan-hutan di dunia ini semakin banyak yang ditebangi dan dijadikan lahan oleh manusia. Sekarang, Air seperti ini sangat sulit ditemukan. Jangankan air dalam golongan A, Air dalam golongan B saja sekarang sudah sulit ditemukan di kota-kota besar, terutama jakarta. Di Hampir semua kota di Indonesia, Air yang dipakai untuk bahan baku minum saja harus beli. Baik itu dari air PDAM atau yang lebih parah adalah air yang dibeli per satuan(biasanya per jerigen atau per liter). Bukan karena disana tidak ada air, tapi karena air yang ada adalah air yang tidak layak untuk dijadikan bahan baku minum. Air di Kota-kota besar sudah sangat tercemar.

Dari sekitar enam miliar penduduk dunia, sedikitnya 1,1 miliar tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Di Indonesia, diperkirakan 50% dari penduduk atau sekitar 100 juta penduduk juga mengalami hal yang sama. Di Jakarta, misalnya,telah dilaporkan air tanahnya sudah terkontaminasi bakteri E-coli dan tinja. Selain itu, di beberapa daerah, airnya juga sudah tercemar logam berat. Mendapatkan air bersih, sehat, dan layak minum saat ini memang tidak mudah lagi. Ada air jernih, tetapi ternyata tinggi kandungan zat berbahayanya. Ada juga air yang tidak mengandung zat berbahaya tetapi terlihat keruh sehingga membuat orang enggan meminumnya.

Sementara itu, kebutuhan manusia terhadap air bersih adalah kebutuhan pokok dan terus meningkat melihat pertambahan penduduk. Jika kita tidak menemukan solusi yang tepat, terpaksa kita harus meminum air seadanya. Padahal air yang kotor dapat menyebabkan kita terjangkit penyakit-penyakit yang tidak bisa dipandang sebelah mata, Diantaranya :

Penyakit Diare. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balita mengalami diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu 100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih.

Penyakit cacingan. Kuman yang berada pada air yang kotor juga dapat menyebabkan penyakit cacingan. Penyakit ini dapat membuat gizi/nutrisi dari makanan yang kita makan menjadi berkurang karena sebagian di makan oleh kuman itu.

Beberapa penyakit lainnya sperti batu ginjal, kolera, disentri, hingga tifus. Bahkan tidak sedikit dijumpai masyarakat yang mengalami keracunan, karena adanya senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas kosentrasi yang diijinkan.

Kelangkaan air juga dapat menyebabkan kemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya.

Maka, Sangat beruntunglah kalian yang masih mendapatkan air bersih secara gratis dari dalam sumur. Tidak ada yang namanya pematian air seperti air PDAM. Tidak ada yang kata beli air. Kita harus bersyukur karena kita tidak seperti saudara-saudara kita yang kesulitan mencari air. Kita juga harus membantu saudara-saudara kita di sana. Supaya allah tidak murka dan mencabut nikmat gratisnya air bersih untuk minum.

PENYEBAB KELANGKAAN AIR BERSIH

Tentu saja, semua masalah kelangkaan air bersih yang sedang kita alami ini disebabkan oleh berbagai faktor, Diantaranya yaitu :

1. Pencemaran Air

pencemaran air

pencemaran air

Menurut saya sendiri, pencemaran air adalah penyebab paling utama dan inti dalam masalah kelangkaan air bersih. Pencemaran air juga tidak hanya menyebabkan kelangkaan air bersih, namun juga menyebabkan mewabahnya berbagai penyakit.

Definisi Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, energi atau komponen lain ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia maupun bukan sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai peruntukkannya. Pencemaran air dapat terjadi baik pada air sumur, sumber mata air, sungai, bendungan maupun air laut. Dampak dari pencemaran air yang paling menonjol adalah punahnya biota air, misalkan ikan, yuyu, udang, dan serangga air. Dampak lainnya adalah banjir akibat got tersumbat sampah, diikuti dengan mewabahnya penyakit muntaber atau penyakit yang disebabkan air lainnya.

Secara umum, Polutan yang seringkali mencemari air dikategorikan sebagai berikut :

– Infection Agents. Makhluk hidup seperti mikroorganisme yang jika masuk ke dalam air akan mencemarinya.

– Zat Pengikat Oksigen. Persentase zat-zat pengikat oksigen dalam air yang tidak semestinya dapat menyebabkan pencemaran air.

– Sedimen. Meliputi tanah dan pasir yang umumnya masuk ke dalam air akibat erosi atau banjir.

– Nutrisi/Unsur Hara (Khususnya nitrat dan fosfat). Unsur hara yang berlebihan atau tidak semestinya ada dalam air yang dapat meningkatkan produktivitas primer perairan secara berlebihan.

– Pencemar Anorganik. Banyak pencemar anorganik seperti logam, garam, asam dan basa dapat masuk ke badan air melalui proses alam ataupun sebagai akibat aktivitas manusia.

– Zat Kimia Organik. Di gunakan di dalam industri kimia untuk membuat pestisida, plastik, produk farmasi, pigmen dan produk lain yang kita gunakan setiap hari. Limbahnya dapat mencemari air.

– Energi panas, Kenaikan atau penurunan temperatur air dari kondisi normal dapat memperburuk kualitas air dan kehidupan di dalamny. Temperatur air biasanya lebih stabil daripada temperatur udara, sehingga kehidupan di dalam air cenderung tidak mudah beradaptasi dengan perubahan temperatur yang tiba-tiba.

– Zat Radioaktif. Pembuangan sisa zat radioaktif ke lingkungan air secara langsung tidak diperbolehkan. Namun mengingat aplikasi nuklir yang menggunakan zat radioaktif pada berbagai bidang sudah begitu banyak, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa radioaktif terbawa ke lingkungan air.

Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat disebabkan oleh :

a. Limbah Pertanian

Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati, tapi kemudian dimakan hewan atau manusia, maka orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegrable(dapat terurai secara alami dan biologis) dan melakukan penyemprotan sesuai aturan. Jangan membuang sisa obat ke sungai. Pupuk organik yang larut dalam air dapat menyebabkan pengayaan nutrien dalam air (Eutrotifikasi). Karena air kaya nutrien, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal ini menyebabkan persediaan oksigen dalam air berkurang.

b. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga (khususnya cair) merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal : sisa sayuran, ikan, nasi, minyak) yang terbawa air got, kemudian ikut aliran sungai. Ada pula bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis seperti bibit penyakit, bakteri dan jamur.

Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Dalam proses tersebut, pengurai/dekomposer menggunakan oksigen. Akibatnya, kadar oksigen dalam air turun drastis. Hal ini menyebabkan biota air mati dan kualitas air menurun.

c. Limbah Industri

Beberapa industri membuang limbahnya ke perairan. Jenis polutan yang dibuang tergantung pada jenis industri. Misalnya polutan berupa organik yang berbau busuk, polutan anorganik yang biasanya berbuih dan berwarna, polutan yang mengandung asam belerang yang berbau busuk, dan polutan berupa cairan panas sehingga temperatur perairan menjadi naik. Limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan.

Di laut sering terjadi kebocoran tanker minyak karena bertabrakan dengan kapa lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak sampai ratusan kilometer. Ikan-ikan dan terumbu krang terancam punah. Burung-burung laut, binatang-binaang laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian polutan dibatasi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.

d. Penangkapan Ikan Dengan Menggunakan Racun

Sebagian penduduk dan nelayan menggunakan tuba (racun dari tumbuhan), atau potas (racun), atau aliran listrik untuk menangkap ikan. Akibatnya, yang mati tidak hanya ikan tangkapan, melainkan juga semua biota air. Perbuatan demikan sangat merugikan lingkungan dan kelestarian biota air.

Racun dan aliran listrik tidak hanya membunuh hewan dewasa, tapi juga membunuh hewan yang masih kecil. Dengan demikian akan memusnahkan jenis makhluk hidup yang ada di dalamnya. Jika makhluk hidup itu telah punah, manusia tidak akan dapat memunculkannya lagi. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan.

Pencemaran air telah terjadi di banyak tempat di indonesia, khususnya di kota-kota besar. Walaupun banyak upaya telah dilakukan untuk menangani masalah ini, tetap saja pencemaran tetap belum teratasi. Hal ini karena merupakan masalah yang dilematis. Kegiatan industri di kota-kota besar merupakan hal penting yang harus tetap berjalan. Di sisi lain, hal ini juga menyebabkan masalah pencemaran air. Hal yang dapat kita lakukan sekarang adalah mulai sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan khususnya yang berkenaan dengan air, dan lain-lain.

2. Ulah Manusia Yang Tidak Bertanggung Jawab Terhadap Lingkungan

Walaupun judul di atas mungkin terlalu umum dan poin nomer 1 (pencemaran air) juga merupakan ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, namun di sini saya akan menjelaskan secara mendasar mengenai perbuatan manusia yang sengaja merusak alam. Perbuatan-perbuatan manusia ini sangat berpengaruh langsung pada keberadaan air bersih.

a. Penebangan Hutan Secara Liar

a470fbaaedde006a40d3d9dad5a06886_illegallogging1

Penebangan hutan secara illegal (Illegal Logging), berdampak langsung pada ketersediaan air bersih di pemukiman. Hal ini menyebabkan berkurangnya stok air tanah yang biasa digunakan penduduk. Hutan yang gundul tidak dapat lagi menampung air hujan karena pohon-pohon yang akarnya berfungsi menyimpan cadangan air, kini telah tiada. Hal ini menyebabkan kekeringan saat musim kemarau tiba.

Hutan yang gundul juga menyebabkan terjadinya banjir saat musim penghujan. Hal ini karena tidak adanya pohon-pohon besar yang menyerap air hujan sehingga dapat menghindari banjir. Penebangan hutan secara liar menyebabkan kita kebanjiran saat musim penghujan, sementara saat musim kemarau kita justru kekeringan.

Hal lain yang dapat terjadi jika hutan gundul adalah erosi tanah oleh air hujan. Air hujan yang mengikis tanah sudah tidak dapat dibendung lagi karena akar-akar tanaman yang mengikat tanah sudah musnah. Tanah-tanah yang terkikis itu akan terbawa air hujan. Lalu, menyebabkan air yang tersedia menjadi keruh, dengan kata lain tercemar.

b. Eksploitasi Air Besar-Besaran

Ekspolitasi air besar-besaran biasanya terjadi di kota-kota besar. Biasanya, air yang diambil digunakan untuk keperluan industri, gedung, dan lain-lain. Hal ini sudah terjadi di jakarta. Ekspolitasi air tanpa perhitungan ini menyebabkan air dalam tanah habis disedot. Alhasil, menyebabkan sumur-sumur penduduk menjadi kekeringan. Yang lebih parah lagi, ekspolitasi ini menyebabkan ruang kosong dalam tanah bekas penampungan air. Ruang kosong dalam tanah ini menyebabkan amblesnya tanah yang berada di atasnya. Fenomena ini sudah terjadi dibeberapa tempat di jakarta.

c. Pemakaian Air Yang Boros dan Seenaknya

Sebagian besar masyarakat indonesia adalah masyarakat yang boros. Mungkin, anda sudah tahu fenomena masyarakat indonesia yang membeli suatu barang hanya karena tren dan gaul. Padahal, sebenarnya tidak dibutuhkan. Nah, kebiasaan boros ini juga terjadi dalam pemakaian air di kehidupan sehari-hari. Beberapa hal yang sering terjadi misalnya lupa mematikan keran sehabis cuci tangan, membilas cucian dengan air sekali bilas, pemakaian air PDAM yang berlebihan, dan lain-lain.

Hal-hal di atas harus kita hindari guna berpartisipasi dalam penghematan air bersih yang sekarang sudah semakin langka.

d. Penutupan Daerah Resapan Air

Daerah resapan air berperan sebagai penjaga stabilitas keberadaan air tanah yang bersih. Namun, Akhir-akhir ini daerah resapan air berkurang karena pembangunan gedung, sekolah, rumah sakit dan sarana infrastruktur lainnya. Tanah yang ditutup/dilapisi oleh aspal atau tembok, tidak akan bisa menyerap air hujan. Alhasil, ketika hujan deras tiba, air tidak terserap oleh tanah dan dapat menyebabkan banjir pada daerah tersebut. Hal ini juga dapat menyebabkan ketersediaan air tanah berkurang karena air yang seharusnya menyerap langsung dialirkan ke sungai maupun laut.

e. Pembuangan Sampah Ke Sungai

Pembuangan sampah ke sungai adalah hal yang paling sering saya temukan pada masyarakat indonesia. Masyarakat masih belum sadar bahwa perbuatan itu sebenarnya sangat berdampak pada lingkungan, terutama pada kualitas air sungai yang merupakan salah satu sumber air bersih. Sampah yang dibuang ke sungai akan menyebabkan air sungai tercemar dan kotor. Hal ini juga dapat menyebabkan makhluk hidup dalam sungai mati atau paling tidak terkontaminasi zat beracun.

f. Eksploitasi Pasir Laut Di Pantai

Ulah manusia yang satu ini terjadi di sekitar pemukiman pesisir atau yang dekat dengan laut. Perbuatan tidak bertanggung jawab ini dapat menyebabkan air tanah menjadi payau bahkan asin. Hal ini terjadi karena air laut yang menyerap ke dalam tanah tidak disaring dulu oleh pasir sehingga ketika bercampur dengan air tanah murni, menyebabkannya menjadi payau. Dalam beberapa kasus yang lebih parah, Air tanah akan menjadi asin karenanya.

Pasir yang berada di pantai berfungsi sebagai penyaring air laut dan menjadikannya menjadi tidak asin. Pasir juga dapat mencegah erosi yang disebabkan oleh air laut (Abrasi). Sehingga jika pasir di pantai hilang karena di keduk, tidak akan hanya membuat air tanah menjadi payau/asin, tetapi juga menyebabkan abrasi yang dapat memperluas laut dan mengikis daratan.

Contoh kasusnya adalah di kampung bapak saya di tangerang. Di sana Pasir lautnya di ekspolitasi sehingga menyebabkan abrasi yang parah. Bapak saya cerita bahwa dulu untuk pergi ke laut itu sangat jauh. Tetapi sekarang menjadi dekat karena air laut mengikis daratan. Saya juga merasakan adanya perluasan laut itu. Ketika saya kecil, saya melihat ada rumah kosong di pinggir pantai, dan sekarang rumah kosong itu masih ada, hanya saja sudah berada di tengah laut dalam jarak sekitar 1 km dari pantai. Air di sana juga sudah asin sehingga saya kurang begitu betah tinggal disana. Anehnya, di pulau seribu tepatnya pulau lancang, tempat paman saya tinggal, di sana airnya tidak asin, bahkan adem hampir seperti di rumah saya di bogor. Padahal letaknya berada di tengah-tengah laut. Yaaah, mungkin inilah yang disebut kekuasaan dan keadilan allah. Hal ini dapat terjadi karena pasir di sana masih lestari sehingga air laut di yang menyerap, kadar garamnya berkurang.

3. Semakin Bertambahnya populasi manusia

Pada tahun 2006, Sensus penduduk di Indonesia menunjukkan bahwa populasi masyarakat Indonesia adalah sekitar 230 juta jiwa. Sekarang adalah akhir tahun 2012. Maka Bisa dipastikan bahwa populasi masyarakat indonesia bertambah menjadi lebih dari 250 juta. Sungguh angka yang sangat besar.

Bertambahnya populasi manusia juga menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya ketersediaan air bersih. Semakin banyak populasi, maka semakin banyak pula yang membutuhkan air yang bersih. Sedangkan, Air bersih produktifitasnya semakin berkurang akibat beberapa faktor yang telah saya sebutkan di atas. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan pemakaian air bersih dan ketersediaan air bersih itu sendiri. Akibatnya semakin hari, semakin berkurang saja ketersediaan air bersih. Di tambah lagi dengan pencemaran dan perilaku tak bertanggung jawab manusia yang semakin hari semakin parah saja.

Lama-kelamaan, jika kita belum menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini, kita akan mengalami krisis air bersih. Bahkan, mungkin di beberapa tempat di Indonesia sudah mengalaminya.
4. Siklus Air Yang Terganggu

Air terus menerus bergerak sebagai akibat dari energi matahari. Air mengalami penguapan dari laut, bergerak menuju atmosfer lalu mengalami kondensasi dan jatuh ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau salju. Sebagian membentuk sungai dan danau yang mengalir kembali ke laut atau mengalami penguapan menuju atmosfer. Sejumlah besar curah hujan meresap ke dalam tanah sehingga tersimpan sebagai system air bawah tanah.

Air terserap masuk ke dalam tanah. Tanaman/pepohonan dapat tumbuh subur karena tanah banyak terdapat kandungan air. Populasi tanaman/pepohonan jumlahnya semakin banyak, kualitas udara semakin bersih, pencemaran akibat aktivitas manusia dapat teratasi. Kadar CO2 (unsur pencemar) semakin berkurang karena diserap tumbuhan/pepohonan dan manusia dan makhluk hidup lain tidak kekurangan O2 (untuk bernafas). Manusia dan mahkluk hidup lain tidak kesulitan dalam hal pangan

Air dalam tanah keluar dalam bentuk air bersih yang dimanfaatkan untuk minum, mandi, mencuci, dan lain-lain.

Dari siklus air terhadap kehidupan jelas sekali kalau makhluk hidup sangat tergantung dengan air. Namun, ketika siklus tersebut terganggu maka kehidupan makhluk hiduppun ikut terganggu. Bayangkan saja seandainya siklus tersebut terputus atau tidak berjalan semestinya, misal stock air semakin berkurang maka apa yang terjadi pada kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Oleh karena itu, manusialah yang harus menjaga agar siklus tersebut tetap berjalan semestinya.

Siklus air sangat erat dengan pencemaran air dan keberadaan hutan. Pencemaran air dan penebangan hutan secara liar dapat menyebabkan terganggunya siklus air. Dampak dari tidak berjalannya siklus tersebut, memang tidak terlihat saat ini, tapi akan terlihat di masa mendatang, yang pasti kita tahu apa jadinya jika dampak itu memang benar-benar terjadi. Kita bisa melakukan prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan melihat kondisi sekarang ini.

Dengan mengetahui Faktor-faktor penyebab di atas, diharapkan kita semua dapat menghindari hal-hal yang memperburuk ketersediaan air bersih.

LALU, BAGAIMANA KITA MENYIKAPI DAN MENGATASINYA ?

Pada intinya, Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab adalah inti dari semua masalah yang ada. Coba perhatikan penyebab-penyebab pencemaran air diatas, adakah yang terlepas dari ulah manusia ?. Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya mengajak kepada kalian semua (khususnya anak muda seperti saya :D) untuk segera melakukan hal-hal yang setidaknya bermanfaat untuk lingkungan, khususnya lingkungan air. Marilah kita mulai dari hal-hal kecil seperti mengantongi sampah ketika kita akan membuang sampah tapi tidak ada tempat sampah, membuat kerajinan dari sampah daur ulang, memungut sampah yang berserakan dan masih banyak lagi.

Marilah kita menjadi anak bangsa yang berguna bagi semua orang umumnya dan khususnya untuk bangsa sendiri. Jadilah generasi yang membanggakan. Marilah berjalan dan bergerak bersama-sama wahai pemuda… Marilah bergerak dan melakukan hal-hal terbaik seperti dibawah ini :

1. Mengubah Pola Pikir dan Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan

Mengubah pola pikir masyarakat adalah hal yang paling penting untuk mencegah kerusakan lingkungan (khususnya lingkungan air) lebih parah lagi. Namun, Hal ini juga bukanlah hal yang dapat kita lakukan semudah membalikkan telapak tangan. Perlu partisipasi dari semua pihak untuk mengubah pola pikir masyarakat guna memahami Etika Lingkungan.

Pemerintah merupakan pihak yang harus mengambil peran dominan dalam hal ini, karena menyangkut banyak orang(masyarakat) dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun, Jika pemerintah belum mengambil peran yang kurang serius untuk masalah ini, tidak ada salahnya dan alangkah lebih baiknya jika kita yang mempunyai kesadaranlah yang melakukan itu. Jangan hanya selalu demo dan mengandalkan pemerintah, sementara kita tidak melakukan apapun. Lakukanlah semuanya semampu kita. Tunjukkan bahwa kita adalah generasi muda yang peduli sesama.

Mengubah pola pikir masyarakat terhadap lingkungan dapat kita lakukan misalnya dengan Sosialisasi. Sosialisasi ini tidak harus dalam bentuk formal. Karena biasanya yang formal itu membutuhkan dana. Alternatif lain adalah sosialisasi dengan mencontohkan suatu bentuk kepedualian kita kepada lingkungan lalu mengajak warga untuk ikut berpartisipasi dengan kita. Di sinilah kita bisa bersosialisasi menjelaskan arti penting lingkungan dan betapa penting menjaganya. Namun, jangan terkesan menggurui karena biasanya orang tua tidak suka digurui. Lakukanlah dengan bahasa santai dan sehari-hari.

Memang, Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Apalagi jika kita beraksi sendiri tanpa teman. Setidaknya, jika kita belum berani untuk mempengaruhi orang dengan menjelaskan, maka lakukanlah sosialiasi dengan mencontohkan perilaku peduli lingkungan pada orang-orang di sekitar kita, misalnya dengan operasi semut dan membersihkan selokan yang tersumbat.

Jika kita telah berhasil mengubah pola pikir masyarakat, maka kita telah berhasil melakukan pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Karena sesuai yang saya lihat, ketidakpedulian masyarakatlah yang menjadi penyebab utama masalah pencemaran lingkungan.

2. Hemat Air

Pemborosan dalam penggunaan air merupakan salah satu faktor penyebab langkanya air bersih. Oleh karena itu, kita harus hemat dalam menggunakan air di kehidupan sehari-hari. Gunakanlah air sebutuhnya. Jangan dihambur-hamburkan. Gunakan juga air yang ada secara maksimal. Marilah kita menghemat air supaya stabilitas keberadaan air bersih tetap terjaga dengan baik. Berikut ini adalah perilaku hemat air yang harus kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari :

– Menggunakan air hujan untuk mencuci kendaraan, pakaian, menyiram tanaman, dan lain-lain

– Meminimalisir pembuangan air bekas, sebisa mungkin digunakan lagi untuk keperluan lain

– Menggunakan air bekas wudhu, Cuci sayuran, Cuci Pakaian untuk membersihkan WC

– Tidak lupa mematikan keran ketika sudah menggunakannya

– Mencuci kendaraan dengan menggunakan ember, tidak dengan selang karena lebih boros

– Memanfaatkan air bekas untuk keperluan lain

3. Pemerintah Harus Lebih Tegas Lagi

Yaah, pemerintah harus lebih tegas lagi pada kasus-kasus pencemaran khususnya pencemaran air. Pemerintah harus bisa mengajak warga untuk berpartisipasi dalam penaggulangan pencemaran air. Pemerintah juga harus tegas dalam memberikan hukuman pada oknum-oknum yang menebang pohon secara sembarang/liar. Pemerintah, melalui perusahaan daerah air minum juga harus lebih gencar lagi menggalakkan gerakkan hemat air.

Pemerintah tidak boleh diam saja!. Pemerintah harus mengambil peran yang lebih besar dari siapapun yang peduli terhadap lingkungan. Ini karena sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah. Kekuatan dan pengaruh pemerintah juga merupakan alasan untuk mengambil peran dominan dalam masalah ini. Tapi, bukan berarti hanya pemerintah yang bertanggung jawab sendiri, semua orang pun bertanggung jawab dan harus ikut berpartisipasi.

4. Pembuatan Lubang Biopori

Membuat biopori pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, di sekeliling pohon, atau pada tanah kosong antar tanaman merupakan salah satu cara mengatasi kelangkaan air bersih. Biopori adalah lubang atau liang di dalam tanah dengan diameter 10 – 30 sentimeter, dengan panjang 30 -100 sentimeter yang bermanfaat meningkatkan resapan air hujan. Lubang ini berfungsi mengalirkan air sehingga mampu menjadi cadangan air bagi air bawah tanah.

1. Teknologi tepat guna dan ramah lingkungan ini berguna untuk mengatasi banjir.

2. Meningkatkan daya resapan air.

3. Membuat kompos atau pupuk tumbuh-tumbuhan yang berguna menyuburkan tanaman.

4. Mencegah erosi dan tanah longsor.

5. Memaksimalkan peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.

6. Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

5. Reboisasi

Reboisasi adalah penanaman atau penghijauan kembali hutan/lahan yang gundul. Reboisasi merupakan hal yang harus dilakukan untuk menstabilkan kembali siklus air dan keberadaan air bersih pada daerah yang gersang. Dengan reboisasi ini, Air hujan akan kembali terserap oleh tanaman hasil reboisasi. Cadangan air akan tersimpan dalam tanaman-tanaman ini. Alhasil, tidak akan ada lagi kekeringan saat musim kemarau di daerah tersebut. Karena ada cadangan air yang tersimpan saat musim penghujan .

6. Mencegah Segala Faktor Penyebab yang Telah Di Sebutkan

Yaah. Mungkin ini adalah intinya. Saya menjelaskan faktor-faktor penyebab kelangkaan air di atas bukan untuk dilaksanakan/diadakan, melainkan untuk dimusnahkan. Pada intinya semua kembali pada diri kita masing-maing. Kesadaran terhadap lingkungan dalam diri kita semua adalah awal dari pencegahan yang akan kita lakukan.
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s